Pages

Happy


I am happy. 

2018




Hello! Apa kabar?
Iya..iya..pasti mau bilang, kenapa update blog-nya setahun sekali ya? Hehehe…yah, begitulah.

Anyway, mudah-mudahan tahun ini lebih banyak menulis dan bisa bermanfaat tulisannya buat temen-temen yang baca. Jadi, selama 2018 saya tidak menulis sama sekali. Iya, beneran tidak sama sekali, bahkan diingat-ingat lagi, saya pun jarang menulis di buku catatan harian pribadi saya. Kenapa ya? Hm…






Tahun 2018 merupakan tahun yang rasanya penuh drama dan lumayan berat buat saya, terutama dalam dunia karir saya. Ada banyak pergumulan, baik secara pribadi maupun professional. Saya tidak akan membahas kisah tahun lalu itu tentu saja, tapi lebih mau menyampaikan beberapa pelajaran yang saya dapat dari pengalaman di tahun lalu itu. Yuk, kita simak di bawah ini:


1. Lingkungan negatif itu melelahkan
Jika lingkungan sehari-hari dimana kita banyak menghabiskan waktu itu negatif, maka lama-kelamaan akan melelahkan. Bayangkanlah berada di sebuah lingkungan yang tidak cuma 1 tapi 2 dan bahkan lebih orang sekitar kita yang kerap mengeluh, bercerita info-info yang diragukan kebenarannya, bahkan gosip dan juga ungkapan kemarahan plus kekecewaan. Awal-awal memang akan terasa wajar karena toh saya pun merasakan berbagai emosi dan bahkan melakukan hal yang sama, tapi lama-kelamaan ketika diri sendiri sudah berjuang untuk mengembalikan energi positif dan berpikir lebih baik, selama lingkungan masih seperti itu, maka buat saya sendiri sulit untuk bertahan. Buat saya rasanya itu melelahkan untuk berada disana, karena saya sendiri bukan orang yg suka berlama-lama ngedumel, tapi beneran deh, it was draining emotionally and physically. Ada beberapa cara yang mungkin bisa berhasil supaya tidak terpengaruh, yaitu, mencoba menjauhi lingkungan tersebut, ataupun jika tidak mungkin dihindari, bisa juga dengan tidak ikut terlibat dan lebih banyak diam ataupun menyibukkan diri sendiri. Hmm..saya tidak tahu apa cara terbaiknya, tapi buat saya menjauhi itu pilihan paling berhasil buat saya.



2. Kadang kita tidak selalu mendapatkan yang kita mau
Namanya hidup, kadang di atas kadang di bawah, kadang bahagia, kadang menderita, selama tahun 2018 saya benar-benar belajar, kadang dan kebanyakan kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita mau ataupun inginkan. Ada banyak hal yang tidak saya dapatkan selama 2018 ini, sekeras apapun daya upaya saya. Awalnya saya kecewa dan sedih, tapi lama-lama saya berpikir mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih baik untuk saya atau memang belum waktunya saja.  Konon katanya hasil tidak mengkhianati usaha, tapi buat saya, akhirnya saya menyadari, bukan hasil yang tidak mengkhianati usaha, tapi Rencana Tuhan tidak pernah salah, selama Dia mengijinkan itu menjadi milik kita, maka itu akan terjadi. Menjalani hidup apa adanya; berusaha semampu kita dan berdoa plus membiarkan Tuhan bekerja dengan cara-Nya itu menurut saya yang terbaik. If It belongs to me, it will be mine eventually. That I believe.

3. Focus on the good

Selama 2018 saya jalani dengan lebih banyak keluh kesah, kegalauan dan juga banyak rasa insecurities, sampai menjelang akhir tahun baru saya sadari bahwa ada lebih banyak hal baik yang saya dapatkan sepanjang tahun, ada kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan tapi justru sebenarnya hal tersebut mendewasakan saya.  Seharusnya saya lebih banyak fokus kepada hal-hal baik dan menikmatinya; bukannya saya tidak berterimakasih, saya bersyukur, tapi rasanya saya lebih banyak melihat hal-hal tidak baiknya. It had gotten into me, and I have realized it, so, no more.

4. Orang-orang yang datang tepat pada waktunya
Saya merasakan ada banyak-banyak orang yang datang tepat pada waktunya; ketika saya mulai “gila” mikirin urusan kerjaan, ada orang yang hadir dan menertawakan saya sehingga saya jadi lebih rileks dan tidak terlalu stress; ketika saya sedang lelah, ada orang yang datang membantu menyemangati; ketika saya merasa putus asa, ada orang yang membuka kesempatan baru buat saya; ketika saya butuh pendapat jujur (read: I was being insecure of myself), ada orang-orang yang berkata menyakiti hati tapi mungkin ada benarnya; ketika saya nekat, ada orang yang tidak menertawakan tapi membantu saya untuk mempertajam arah kemauan saya; ketika saya meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, ada orang-orang yang kisah hidupnya membuat saya merasa bersyukur, dan tentunya banyak orang lain yang menurut saya, mereka adalah berkat Tuhan.

5.  Never lose yourself
The most important lesson of the year is: jangan pernah kehilangan diri sendiri! Kemanakah saya? Haha, bahasanya berlebihan ya..(Sesekali gapapa ya? Mestinya sih saya pasti sering berlebihan (lebay bahasa gaulnya), jadi bertahan dan maklumilah saya ya..hehe..:D). Apapun yang terjadi dalam hidup, terutama hal-hal yang kurang baik, kurang menyenangkan ataupun kurang menguntungkan buat diri sendiri, jangan pernah terbawa arus dan go down with the stream. Saya sendiri menyadari hal ini di Desember ketika saya banyak melakukan kontemplasi dan refleksi diri. Sepanjang 2018, bukannya menjadi diri sendiri yang optimistis, ceria, menyenangkan, suka jahil, spontan dan suka liburan, saya malah menjadi orang yang terlalu serius, banyak berpikir dan kurang spontan, banyak berpikir negatif, banyak mengeluh, suka ikut-ikutan gosip, nyinyir dan kawan-kawannya, dan paling sedih adalah saya jadi banyak membuang moment yang berharga dimana menurut saya lebih berfaedah jika saya olahraga dan baca buku atau belajar hal lain, plus yang paling sedih jadi kurang liburan. Hahahahahahahahha….But, again, it’s true, jadilah orang yang kuat dan tidak mudah tepengaruh lingkungan apalagi sampai kehilangan jati diri (Untung saya belom, hanya hampir..).


Sebenarnya banyak hal lain yang bisa saya share (Bahasa Indonesia-nya apa nih?), tapi poin paling penting menurut saya adalah 5 hal di atas. Jadi, sekian refleksi saya. Mungkin kurang berfaedah, karena ini lebih kaya berbagi pengalaman ya, namun saya senang kalau kamu mau berbagi juga, apa aja sih pelajaran yang kamu dapat selama tahun 2018 ini. Boleh loh ketik-ketik di kolom comment.

Tenanggggggg….hidup saya selama 2018 gak ngenes banget kaya deskripsi saya di atas, hahaha…I might be dead if my life is boring or you are boring (oops!) – kidding. Jadi, sekarang sudah masuk hari ke 3 tahun 2019, semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh berkat dan kita semua bisa menjadi berkat untuk sesama.

Hidup saya ada banyak bahagianya juga dong di tahun 2018 itu, misalnya ketemu temen baru, terus berpindah kerjaan, terus sempet road trip sama keluarga dan  saya berkesempatan ke Raja Ampat…hohoho..iya, menyenangkan kan! Ceritanya di posting selanjutnya yaaaa…….tentu saja, dengan gaya bahasa yang lebih santai…hehehehe…lelah juga ngetik pakai tata bahasa formal.

Photo by Sharon McCutcheon from Pexels

Jangan kasian sama hidup saya di 2018, haha, saya baik-baik saja, dan ga mau ngajak bersedih juga...I survived! I am happy and enjoying life. So ready for this 2019 for anything! Wooohoooo...*kiss kiss*

Leave a comment, I would be very happy to read it and to know you read this post…

Be happy, always!

P.S: Susah yaaaaaa nulis pakai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar tanpa campur Bahasa Inggris....OMG! 


It's The Little Things that Matters

Hi!  We meet again! 

So,  where shall I start?  Hmmm..
I met a guy online (please don't ask how and where.  It's 2017! Not a weird thing anymore),  and apparently He's another google's friend who happen to know my complete name.  When you google my name,  of course,  engine will show that I have this blog.  Err.. Abandoned blog.  One day he brought up this blog thing and of course, since I don't even remember I have this blog,  It was quite surprising.  Still,  He seemed to read all the writings here and kinda encourage me to write again.  So,  Thank you!  😜

Today's topic is not about the guy. Haha.. You wish right?!  Today I'm gonna write about little things in life we often missed. 

Di era serba digital seperti sekarang ini,  tuntutan kehidupan semakin tinggi.  Segala sesuatu berjalan lebih cepat,  lebih praktis,  lebih tak terasa dan lebih banyak tekanan hidup,  baik yang dibuat karena diri sendiri maupun karena pihak lain.  Setiap hari tanpa terasa kita menjadi seperti robot,  melakukan sesuatu yang monoton,  kadang hampa,  kadang tanpa arti.  Setiap hari,  kita bangun,  berangkat kerja,  berjibaku dalam kemacetan,  mengerjakan pekerjaan dan juga stres karena tuntutan bos,  pulang kerja,  hang out sama teman-teman,  pulang,  dan akhirnya esoknya kita mengulangi cycle yang sama.  Saking cepatnya kadang kita menjalaninya sepertinya segala sesuatu memang sudah selayaknya dan sepantasnya seperti itu,  baik ritme maupun lainnya. 

Pernahkah dalam segala sesuatu yang serba cepat dan serba instan ini,  kita mencoba slow-down.  Mencoba mengurangi ritme dan memperhatikan sekeliling kita dalam tiap langkah kita.  Saya suka sekali melakukannya!  I know,  it may sounds weird,  but it is nice to look
around my surrounding and take notice of what happen. Pernah ga perhatiin,  bahwa kadang-kadang di jalan atau dimanapun kita suka mendapat kebaikan-kebaikan kecil dari orang lain yang secara tidak langsung membantu kita.  Jujur,  saya sendiri sering luput memperhatikan ataupun berterimakasih atas berkat-berkat kecil tersebut,  mungkin saking tidak berarti dan hanya seperti hal yang sepele ya. 

Belakangan ini,  saya mulai memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup saya.  Kenapa saya melakukannya?  Karena hal-hal itu membuat saya bahagia.  Iya,  kedengerannya aneh dan freak abis ya,  tapi dengan memperhatikan hal-hal kecil saya jadi lebih banyak bersyukur. 

Ini beberapa contoh kecil yang saya pernah alami dalam keseharian saya :

1. Di KRL,  udah sibuk desak2an masuk kereta dan pasti ga dapet duduk,  eh tetiba ada anak muda berdiri dan mempersilahkan sy duduk.  ( Happy banget kannnn!)

2. Pas lagi ijin sakit ga masuk,  eh rekan kerja yang duduk di depan saya,  tetiba WA tanyain kemana.  Terharu saya,  karena dia ga pernah WA saya sebelumnya... Hahahaha...

3. Ada Bapak OB yang baik banget sama saya,  tiap papasan di Lobi kalau pagi,  selalu tanya apa mau dibeliin sarapan.  (Gimana ga terharu,  dia aja bertugas di lantai lain)

4. Pas bbrp waktu lalu tugas ke Karawang,  udah was-was macet,  eh taunya lancar banget,  pulang pergi,  terus udah siap terlunta-lunta karena ga ada Grab yang mo pickup pulang ke Jkt,  eh taunya adaaaaaa... Gilaaaa.. Mo kupeluk Bapaknya!  Hahaha... Penyelamat banget dah..

5. Selama sakit batuk,  ada yang tanyain kondisi mulu tiap hari... Seneng kannn.... Ada yang perhatiin.. 😝

6. Beberapa waktu lalu saya lama ga di kantor,  terus pas balik kantor disapa semua orang dan mereka tanya2.. Ribet sih jawabnya,  tp senang,  karena berarti mereka memperhatikan kalo saya ga ada di kantor.. Apalagi kalo sampe dipelukkk dan bilang kangen.. Haha.. Ada dong!  Temen kantor dan maen saya.. Huhuy kann.. 😛

7. Apalagi ya... Banyak sih ya.. Kadang2 kalo di kasih jalan duluan pas turun kereta,  atau dibantuin supaya sy bs naek duluan sama Bapak2 juga udah seneng...

8. Etc.. Etc...

Pasti banyak deh... Nah,  kenapa saya sebutin hal-hal di atas,  karena sebenarnya tindakan-tindakan itu kan biasa saja,  bukan hal atau gesture yang besar,  tapi berarti untuk saya. 

Nah,  coba pikir,  seandainya hal tersebut kita lakukan kepada orang lain,  Yup,  Hal-hal simple dan kecil yang gak banyak makan tenaga ataupun menyita waktu kita.  Mungkin hal-hal tersebut bisa membantu orang lain juga,  bisa membuat harinya lebih ringan sedikit,  lebih bahagia sedikit,  lebih mudah sedikit.  Yuk,  kita berbuat baik kepada sesama yuk,  baik yg kita kenal maupun ga kenal.  Ga usah ribet mikirin bikin baksos ini itu dulu deh,  tapi dari tindakan kita sehari-hari saja.  Mulai deh dengan tersenyum kepada orang lain... I bet you,  mereka akan ikut tersenyum juga lihat senyum kita... (Pssst,  kalo gak,  jangan menyerah ya..). 

I believe in the little thing lies big things. 

Do kindness to others,  always.. 😘

Ada Juga Yang Baca Blog Ini

Okay, hmmm...

Pada suatu siang, saya lupa tepatnya kapan, tapi yang pasti saya lagi tidur-tiduran sehabis balik dari dokter, terus ada temen saya WhatsApp. "Cici, aku kemaren habis baca blog cici. Seru ya hidup cici."

OKAY! That was shocking! 

Kenapa? Karena, siapa yang masih inget sama blog saya dimana saya sendiri udah gak update. Udah gitu tulisan terakhir aja di Feb 2015. Sudah setahun lebih. 

Dibalik itu, tetep saya bahagia ada yang masih baca dan malah selanjutnya temen saya ini minta saya lanjutin nulis blog, karena mungkin passion saya lebih di nulis, ketimbang pastry. Oh, iya, ini temen les baking saya BTW. 

Hahahahaha...iyeee, gue les baking...biar keren dan bisaaa..gak pernah kebayang kan?? SAMA!

Jadi, ini adalah post awal, semoga bisa konsisten ke depannya. Selain itu, temen saya juga bener, I am more passionate in writing, pouring down my thoughts & feelings. It helps! 

Sudah banyak kejadian (yah pastilah ya, namanya juga hidup) dari 2015 sampai saat ini. Nanti pelan-pelan dibahas, sesuai ide yang ada. Plus, saya akan menulis dengan bahasa yang agak campur-campur dan tentu saja akan ada comical style (yup, my style!). Yang pasti akan sekitar kehidupan saya ya. 

So, stay tune! 

Jangan lupa tinggalin jejak ya, maybe we can be friends...

P.S: If you know how to make this page beautiful, please let me know. I need help. 

P.P.S : I rarely put my own pic in this blog, so, Here I am....:)) *an old pic I like so much

Risk? Risiko?

Well, after 3 years not writing and surely have no idea of what to write, 
I 'm back. 

There are so many things which had happened in my life, but today I am writing about RISK. Yes, Risk. Risiko in Bahasa Indonesia. In my financial world, there are 2 risks: Systematic Risk and Unsystematic Risk. No, we are not going to talk about Finance, though I would love to. It is, about risk in life. 

Like choices, life comes with so many risks. Every choice we make comes with a different risk. Choice A may come with risk 1, 2, 3, 4, etc else, Choice B may come with risk 1, 3 only, and so there are more variations to it. I don't see any thing that come without any risk to it. Some people call it consequences instead of risks, but yeah, they are still there anyway. One thing for sure, it is there and will always be there, whether we like it or not. What matter is not how to eliminate it, but how to face it. Risk may give good and or bad result.  In my opinion, what will life be if there are no risks at all. It's gonna be dull and boring. 

Most of the time we are afraid to do something, because of the consequences that come with our actions. We have thought about it, even before we do the action. Yes, I still experience the fear to take some decisions too, but honestly, most of the time, the consequences are not that bad. I know, I did take one of the hugest decision last year. Afraid? For sure. Crazy? Maybe. Stressed? A little. Happy? Yes. :)  Did I make the right decision? I don't know, but I knew for sure, that was the thing I wanted. It's the mind that we need to conquer, so that we are strong and brave to take actions which may bring not-so-favorable risks. The heart is actually strong and can take almost anything. 

Risks are unavoidable, we can manage them but not eliminate them. Stay brave! 

pictures are taken from here

Curly Hair

So, Here I am, in a cafe in KLCC KL, Malaysia waiting my next flight which will bring me home. I've been sitting here since 6.30am and just now I saw a blonde lady sitting 2 desks way from me. What interest me is that she has curly hair, the curly type I've always wanted until today.



I don't know why, but Curly Hair has interest me much, please read this in positive way. I Think this is because I really want to have such hair without looking weird. Honestly, I have tried to curl several times. The first time was during my college years, I curled my whole hair from the root into the end of it.  I really liked it, my hair looked so big and many, unlike my normal hair which is thin and straight. At that time, I didn't have to wash my hair daily and also i don't really need to comb my hair too often. Hahahahahaha...yeap, It's true! I grew it for quite sometime and then cut it short afterwards, cause it got so dry. The interesting part  was that after I had my real normal hair, some of my close friends felt relieved. They said I looked better with my real hair...:D

Then, the 2nd time I curled my hair was sometimes in 2012, I recall. :) That was an impulsive decision too. I remembered on the 1st of Jan,2012 I went to a salon in my friends' apartment. She did some hair creambath, and I curled my hair. Not the whole hair like I did previously though. It didn't last long though, since I immediately cut it short. 

Well, it still interests me to curl up my hair again someday. I love to experiment with my hair. Grow it long, then suddenly cut it super short, curl it up, color it with some 'acceptable' color and most of the time my fave hair cut is the middle length one, still look hip, young and modern but still lady like.



 Gosh, what language was that! One more thing, Since 2009 I have 1 trusted person who always cut my hair, he is good! He always knows what I want and what looks good on me, and with him, it wasn't time consuming. The only thing I sometimes hate from him is that every time I asked him to curl my hair, he always refused it. He said I will look like encim-encim (middle-aged auntie). Damn! (Forgive my language, but He is right) :)


I made it!

There are days, when you feel that it’s been a very long and lonely journey…
When will this be ended, you questioned…
Should I stop now, you asked…
Will there be any light by the end of tunnel?


Keep walking…
Keep praying…
Keep fighting…
Never give up on hope…

Because one day..He will be there..opening His arm and hug you…

And when that day comes, you will say proudly: “I made it this far..”



I don't know...


Late at night, someone told me, "I'm lost. I don't know what I want. I have so many in my thoughts. I seemed to just drifted away along with the current...."

I asked again, "What is it you really want?"

"I don't know."

"Again, what is your dream? What do you want to achieve?"

"I don't know."

[Oh Dear, it's hard to bring anything up, when the answers were mostly 'don't know']

So I said..."Take your time, away from all the gadget and the 'busy' life and make time to contemplate."

This person only laughed at my suggestion. 

so...i can only suggest, and wonder, how come you don't know what you want? 



Sum of Year 2012



Friday afternoon, nearly the end of the year, here I am sitting alone in my parents’ house. The thunder is actually growling out there and the sky is dark, somehow I am not afraid but very much excited. I know, I love rain very much, no matter what. J


In just about 4 days we will be in 2013. Amazing! I just felt like “Oh Dear, seemed like I just set my targets few months back!”  Yeah, that is exactly how most people would feel. Feel like haven’t done many things through-out the years, not accomplishing enough what were targeted, many plans weren’t exactly executed, etc.  If you ask me, I would say, I have accomplished 90%of my 2012 targets. Oh WOW! Yeah, I didn’t realize it until I opened my file this noon. I guess, I am quite proud of myself for this year! J *patting myself! Yeay…

Now, so many things happened during 2012, the good things and bad things, happy moments and sad moments, having new friends and losing friends, new born babies and losing my loved one forever,  parties and funeral, receiving goods and losing goods, giving and taking, emotional moments and etc., those events will not be enough to be written here. They made me who I am today. They helped me to grow, to mold me into (hopefully) a better person. The biggest lesson I learned in 2012 is to forgive. I learn to forgive those who have hurt me, and also moreover, I learn to forgive myself.  The latter is the hardest for me, but hey, I learn, step by step though.

Sum of the year 2012? I am proud of myself for accomplishing many things, whether planned or unplanned, and now I know, when we focus our mind and heart to what we dreamed of, we really can accomplish it. Prove it yourself! J

So, what’s next?! I know my next steps and targets, how about you? Let’s make our dreams come true.


picture from here


Hey Kamu Disana

Hey kamu disana...
Berapa lama lagikah kuharus menunggu?
Tak inginkah kau membebaskanku?
Membebaskan aku dari sepi,
Sepi di hati.

Hey kamu disana..
Berapa lama lagikah kuharus menunggu?
Datanglah segera, lama sudah kunanti dirimu
Dekap aku dalam pelukanmu
Hangatkan jiwaku

Hey kamu disana..
Dengarlah jeritan hatiku,
Merindukan indahnya dunia
Ah, kekasih, datanglah segera

Bawalah senyum indahmu
Kunci hatiku...

~tulisan ini terinspirasi oleh foto seorang kenalan..

Nothing much…



Today, nothing much happened, but somehow I feel happy and grateful. Today I went to hang around with my complete family; my dad, my mom, my sister and my brother. We didn’t do many things, but feels that this moment was so precious. Really, thank you, Lord.

  

When life gives you lemon


When life gives you lemon, what do you do?  I seek ice cubes, make a pot of tea, bring my novels and find the best spot to sit and read them.  How about you?



Hahaha, that's my ideal answer, would love to do that when I can later on. So far,  I always get mixed up feelings and most of all get panic attacks and imagining the worst of all things which can happen. Oh Dear, it does take time to understand and enjoying life as is....

However, through times We learn to live our life to the very best and work things the best we can, yet not forgetting that we are not the director of our grand life. Life is not easy, but we still can enjoy it no matter what, depends on how we see them; as a curse or a gift. 


Hmmm...

Well, after a while not posting anything on this blog, I think I'll make my post quite simple today. I've been busy at work, several times working overtime and yeap still managed to have fun with all my friends though...:)

After office hours hangout and movies of course! Did manage to watch THE AVENGERS, which was quite entertaining. So, recently I just realized I haven't done one of my hobby lately, which is desserts hunting. Hahahaha...*always about food, is it?*

I am currently craving for a tasty Rainbow Cake, Peach Tea and madly craving for Ben & Jerry's Ice Cream.....







Well, apart from my cravings, I wanna share that few weeks back, I had great short weekend getaway with my college friends, let just say to celebrate our 10 years of friendships. Ow....It was amazing to have them together all at once, felt like back on those styuding years. Hahaha..

I had also recently managed to spend mote time with my family and really enjoyed them very much, although what we did was not extraordinary at all. Quality time with family is just great and would love to have it more often. I have to thanked God for this opportunities.

So, what's next? I need to do something about my hair...thinking of adding more curls to it..hehehe..


Missing You, Girl!

There is one girl I miss so much at the very moment....



I know I hurt her so much...though time for us was short, I thanked Lord for knowing her...



She made me laugh, and talked so many things, night and day....how clumsy we could be...how 'heboh" we could be...



How she wanted to hit someone who had hurt me...How she wished to be next to me just to hug me when I was down..



How I felt comfortable and open when I was with her.....She made me happy....



She's a loveable, adorable and amazing girl.....

Really miss you, girl.....

XOXO





Road Taken

Sometimes when I pass a road in a city...




The good memories come...make me smile...



But sometimes, the bad and sad memories come along too...



Making me hardly wanting to pass the same road again, ever....



Avoiding the pain which comes along with the memories....



How long shall I run? A day? A month? A year? Forever?



No....Not Forever...!



Overcome the fear....face the reality...



Gather the strength and walk pass the roads again..



.........and so I find His magical wonders in life, always.


Life is to be travelled once, forward, no back down...no regret!
































Ready To Love Again- Lady Antebellum Lyrics

Year End 2011

As this is already middle of November 2011, it comes one of my favorite seasons, Christmas and Year End. Yeayyy!

So, let see, as most people do, they have a list of things, targets or achievements that they wanted to do during the year 2011. This usually being set up in beginning of the year, so this year end will be the time to evaluate and see what has happened until the last day. Was it on track, off track, off focus or even none achieved? Oh wow, very much interesting isn’t it?

I am one of those people, btw. So, in November 2011, 1 more month to go, time to speed up. Let’s open the list book again and see how far I have gone this year.



So, where are you currently? Have you achieved many things on the list or in fact the list shifted and none achieve? Well, whatever the result of the evaluation right now, keep working on it. Come on! You still have 1 more month to go..:) keep the spirit high!

Happy Birthday My Beloved Grandma….:)

Nenek saya merayakan ulang tahun ke-81 nya tanggal 17 September 2011 kemarin. Beliau sendiri yang menelepon saya untuk menghadiri acara makan dan kumpul bersama di tanggal tersebut. Hahaha..iya, saya bukan cucu yang berbakti tampaknya, karena saya sudah lama tidak berkunjung ke rumah Beliau, jadilah ditelpon langsung..huehehehehehehehe….Menyenangkan rasanya berkumpul kembali bersama seluruh keluarga, meskipun banyak juga yang tidak hadir….Akh, beneran, setelah sekian lama gak ketemu sodara-sodara yang super banyak jumlahnya..saya bener-bener senang..apalagi bisa ketemu sodara, sepupu favorite dan ponakan-ponakan yang lucu bin seru dan menyenangkan sekali…Terima kasih Tuhan atas keluarga yang begitu baik dan super banyak…J

Sedikit cerita tentang nenek saya ini, hmmm..Beliau adalah wanita kuat, keras dan berani, itu yang saya rasakan sebagai cucunya. Beliau juga pernah bilang gini sama saya: “Kalau lagi di mobil, jalan-jalan, jangan tidur,mendingan perhatiin jalan, biar kamu liat pemandangan dan bisa tau jalan.” Dan sejujurnya sampai sekarang nasihat itu saya lakukan loh…saya jarang sekali tidur di mobil kecuali sudah berulang kali melewati jalan tersebut, atau terlalu lelah. Ada banyak nasihat lainnya, tapi nenek saya ini selalu memberikan 1 pesan tersirat, “jadi orang itu harus berani, jangan penakut”. Gitu aja! Kawan, kalau beliau sudah bolak balik masuk UGD, ruang rawat khusus Cardiac, dan RS karena sakit jantung dan sampai skr masih bisa jalan-jalan (dgn kursi roda sih), jelas lah saya salut sama ketahanannya dalam hidup ini! Belum lagi kalau dengar ceritanya ketika jaman perang dulu, lari-lari menyelamatkan diri dari Belanda, trs jaman susah beras, dan lain-lain, hebatlah pokoknya…! Takjub dengan daya tahannya! :D Semoga saya bisa mencontoh keberaniannya ya…

Selamat Ulang Tahun Ema! Semoga selalu diberikan yang terbaik!

Kesempatan Kedua

Hellooooo…

Finally, I managed to take some time to write back..hahaha..really miss pouring out my thoughts and share some stories..:) So, I’m going to write in Bahasa Indonesia though, since I guess it is a lot easier.


Well..well..well..apa yang terjadi dengan diri saya belakangan ini? Hahaha, saya menikmati hidup saya. Menikmati hidup sekarang dan disini. Menikmati apa, pertanyaan selanjutnya?? Well, menikmati hobi-hobi yang lama terbengkalai, menikmati berhubungan kembali dengan sahabat-sahabat yang sudah lama tidak kontak, menikmati jalan-jalan dengan sahabat-sahabat dekat saya, dengan adik-adik saya, menikmati bercerita segala keluh kesah dan segala macam lainnya dengan mama dan papa saya. Menikmati kegiatan baru saya, dan teman-teman baru saya. Menikmati belanja dan makan. Menikmati berbagi pendapat dan pandangan. Menikmati kerja dan kesibukan kantor saya. Menikmati dan berpartisipasi dalam hidup saya.


Topik yang sebenernya akan saya tulis bukan soal kegiatan saya, tetapi mengenai kesempatan kedua. Yeap. Akhir-akhir ini kata-kata itu sering terngiang2 dan terpikiran oleh saya. Entah apa sebabnya, mungkin karena kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini dan juga karena saya sendiri mengalaminya. Semenjak dulu, saya selalu percaya bahwa setiap manusia di dunia ini, berhak atas kesempatan kedua, oh let me rephrase that, setiap manusia berhak atas kesempatan baru, baik itu untuk memulai kembali ataupun untuk menyudahi sesuatu dengan lebih baik dari sebelumnya. Saya percaya bahwa seburuk-buruknya tindakan dan sejahat-jahatnya perkataan seseorang, dia pasti punya nurani untuk berbuat baik. Saya percaya bahwa meskipun sejahat apapun seseorang berbuat, sesalah apapun seseorang menyimpang, selalu ada kesempatan untuk berbuat lebih baik dari sebelumnya.


Yah, gampang ber-teori pikirmu…masa orang udah berbuat jahat sama kita, tapi masih memberi kesempatan. Itu kan sama saja memberinya kesempatan untuk melukai kita kembali. Ya, memang. Itu tidak mudah, dan tidak segampang saya menulis ini. Ya memang, akan ada kesempatan buat dia kembali melukai diri kita. Sebagai manusia, pernahkah terpikir dan terbayangkan jika kita sendirilah yang berada di posisi orang tersebut. Kalau tidak pernah, bayangkanlah sekarang! Sedih bukan? Buat saya, kalau Tuhan memberi saya kesempatan baru setiap pagi, karena masih mengijinkan saya untuk membuka mata, mengapa saya tidak memberikan kesempatan kedua, ketiga atau kesekian-kalinya pada orang lain. Kalau Tuhan memberi saya kesempatan baru di setiap tarikan nafas saya, mengapakah saya mengambil hak orang lain atas kesempatan baru itu. Tidak mudah untuk memberi kesempatan kedua, atau kesekian, terlebih pada orang yg pernah melukai kita, sangat dibutuhkan kesabaran, keberanian dan kebesaran hati. Tidak mudah, bukan berarti tidak bisa.


Paragraf di atas mengenai kesempatan kedua atau kesekian untuk orang lain, bagaimana dengan diri kita? Kadang kita sering luput memperhatikan, bahwa setiap saat kesempatan itu selalu ada. Kesempatan untuk memulai sesuatu, kesempatan untuk bangkit kembali dari masa lalu yang suram, kesempatan untuk berdiri tegak kembali, kesempatan untuk mencintai kembali, kesempatan untuk dekat kembali, kesempatan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu, kesempatan untuk memulai segala sesuatu dari titik yang ada sekarang, kesempatan untuk memperbaiki hidup. Semua itu sesungguhnya ada dan terbentang di hadapan kita. Hanya saja, most of the time, kita tidak melihatnya, atau bahkan terlalu egois dan sombong untuk memulai kembali. Kesempatan kedua, kesempatan ketiga, tidak harus selalu mulai dari lembar kosong dan baru, tetapi kesempatan untuk melanjutkan hidup dengan melakukan segala yang terbaik di saat kini apa adanya. Kesempatan itu sesungguhnya selalu ada disana, hanya tinggal kita, mau atau tidak mempergunakannya. Itu saja. Semudah itu. Kalaupun kita sudah mengambil kesempatan yang ada dan mempergunakan sebaik-baiknya, tetapi belum berbuah juga, jangan putus asa! Tuhan akan menjawab segala doa kita, dengan caraNya, dan pada waktuNya. Entah bagaimana dengan dirimu, tapi saya yakin dan percaya, kalau saya bertekun, kelak, Tuhan akan menjawab doa dan usaha saya. Amin!


Kalau kita diberi kesempatan untuk mencoba kembali dan masih hidup, mengapakah kita mengambil kesempatan itu dari orang lain?

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari sebuah pengalaman yang tidak terlalu luar biasa dalam hidup saya, tetapi saya melihatnya sebagai sebuah pencerahan dan cara Nya untuk menunjukkan pada saya bahwa kesempatan itu ada, selalu ada. Tidak ada tujuan menggurui apalagi menyinggung, cuma sekedar refleksi diri saja.

one luxury of life

S.L.E.E.P.I.N.G is one of life luxury which I really enjoy.

Yes,if you have sleeping disorder like me, then to have 2 weeks in a row of decent sleeps is one blessing. Really hope this can last forever...