2018
Jika lingkungan sehari-hari dimana kita banyak menghabiskan waktu itu
negatif, maka lama-kelamaan akan melelahkan. Bayangkanlah berada di sebuah lingkungan
yang tidak cuma 1 tapi 2 dan bahkan lebih orang sekitar kita yang kerap mengeluh,
bercerita info-info yang diragukan kebenarannya, bahkan gosip dan juga ungkapan
kemarahan plus kekecewaan. Awal-awal memang akan terasa wajar karena toh saya
pun merasakan berbagai emosi dan bahkan melakukan hal yang sama, tapi lama-kelamaan
ketika diri sendiri sudah berjuang untuk mengembalikan energi positif dan
berpikir lebih baik, selama lingkungan masih seperti itu, maka buat saya sendiri
sulit untuk bertahan. Buat saya rasanya itu melelahkan untuk berada disana,
karena saya sendiri bukan orang yg suka berlama-lama ngedumel, tapi beneran
deh, it was draining emotionally and physically. Ada beberapa cara yang mungkin
bisa berhasil supaya tidak terpengaruh, yaitu, mencoba menjauhi lingkungan
tersebut, ataupun jika tidak mungkin dihindari, bisa juga dengan tidak ikut terlibat
dan lebih banyak diam ataupun menyibukkan diri sendiri. Hmm..saya tidak tahu apa
cara terbaiknya, tapi buat saya menjauhi itu pilihan paling berhasil buat saya.
Selama 2018 saya jalani dengan lebih banyak keluh kesah, kegalauan
dan juga banyak rasa insecurities, sampai menjelang akhir tahun baru saya
sadari bahwa ada lebih banyak hal baik yang saya dapatkan sepanjang tahun, ada
kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan tapi justru sebenarnya hal tersebut
mendewasakan saya. Seharusnya saya
lebih banyak fokus kepada hal-hal baik dan menikmatinya; bukannya saya tidak berterimakasih,
saya bersyukur, tapi rasanya saya lebih banyak melihat hal-hal tidak baiknya. It
had gotten into me, and I have realized it, so, no more. ![]() |
| Photo by Sharon McCutcheon from Pexels |
It's The Little Things that Matters
Hi! We meet again!
So, where shall I start? Hmmm..
I met a guy online (please don't ask how and where. It's 2017! Not a weird thing anymore), and apparently He's another google's friend who happen to know my complete name. When you google my name, of course, engine will show that I have this blog. Err.. Abandoned blog. One day he brought up this blog thing and of course, since I don't even remember I have this blog, It was quite surprising. Still, He seemed to read all the writings here and kinda encourage me to write again. So, Thank you! 😜
Today's topic is not about the guy. Haha.. You wish right?! Today I'm gonna write about little things in life we often missed.
Di era serba digital seperti sekarang ini, tuntutan kehidupan semakin tinggi. Segala sesuatu berjalan lebih cepat, lebih praktis, lebih tak terasa dan lebih banyak tekanan hidup, baik yang dibuat karena diri sendiri maupun karena pihak lain. Setiap hari tanpa terasa kita menjadi seperti robot, melakukan sesuatu yang monoton, kadang hampa, kadang tanpa arti. Setiap hari, kita bangun, berangkat kerja, berjibaku dalam kemacetan, mengerjakan pekerjaan dan juga stres karena tuntutan bos, pulang kerja, hang out sama teman-teman, pulang, dan akhirnya esoknya kita mengulangi cycle yang sama. Saking cepatnya kadang kita menjalaninya sepertinya segala sesuatu memang sudah selayaknya dan sepantasnya seperti itu, baik ritme maupun lainnya.
Pernahkah dalam segala sesuatu yang serba cepat dan serba instan ini, kita mencoba slow-down. Mencoba mengurangi ritme dan memperhatikan sekeliling kita dalam tiap langkah kita. Saya suka sekali melakukannya! I know, it may sounds weird, but it is nice to look
around my surrounding and take notice of what happen. Pernah ga perhatiin, bahwa kadang-kadang di jalan atau dimanapun kita suka mendapat kebaikan-kebaikan kecil dari orang lain yang secara tidak langsung membantu kita. Jujur, saya sendiri sering luput memperhatikan ataupun berterimakasih atas berkat-berkat kecil tersebut, mungkin saking tidak berarti dan hanya seperti hal yang sepele ya.
Belakangan ini, saya mulai memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup saya. Kenapa saya melakukannya? Karena hal-hal itu membuat saya bahagia. Iya, kedengerannya aneh dan freak abis ya, tapi dengan memperhatikan hal-hal kecil saya jadi lebih banyak bersyukur.
Ini beberapa contoh kecil yang saya pernah alami dalam keseharian saya :
1. Di KRL, udah sibuk desak2an masuk kereta dan pasti ga dapet duduk, eh tetiba ada anak muda berdiri dan mempersilahkan sy duduk. ( Happy banget kannnn!)
2. Pas lagi ijin sakit ga masuk, eh rekan kerja yang duduk di depan saya, tetiba WA tanyain kemana. Terharu saya, karena dia ga pernah WA saya sebelumnya... Hahahaha...
3. Ada Bapak OB yang baik banget sama saya, tiap papasan di Lobi kalau pagi, selalu tanya apa mau dibeliin sarapan. (Gimana ga terharu, dia aja bertugas di lantai lain)
4. Pas bbrp waktu lalu tugas ke Karawang, udah was-was macet, eh taunya lancar banget, pulang pergi, terus udah siap terlunta-lunta karena ga ada Grab yang mo pickup pulang ke Jkt, eh taunya adaaaaaa... Gilaaaa.. Mo kupeluk Bapaknya! Hahaha... Penyelamat banget dah..
5. Selama sakit batuk, ada yang tanyain kondisi mulu tiap hari... Seneng kannn.... Ada yang perhatiin.. 😝
6. Beberapa waktu lalu saya lama ga di kantor, terus pas balik kantor disapa semua orang dan mereka tanya2.. Ribet sih jawabnya, tp senang, karena berarti mereka memperhatikan kalo saya ga ada di kantor.. Apalagi kalo sampe dipelukkk dan bilang kangen.. Haha.. Ada dong! Temen kantor dan maen saya.. Huhuy kann.. 😛
7. Apalagi ya... Banyak sih ya.. Kadang2 kalo di kasih jalan duluan pas turun kereta, atau dibantuin supaya sy bs naek duluan sama Bapak2 juga udah seneng...
8. Etc.. Etc...
Pasti banyak deh... Nah, kenapa saya sebutin hal-hal di atas, karena sebenarnya tindakan-tindakan itu kan biasa saja, bukan hal atau gesture yang besar, tapi berarti untuk saya.
Nah, coba pikir, seandainya hal tersebut kita lakukan kepada orang lain, Yup, Hal-hal simple dan kecil yang gak banyak makan tenaga ataupun menyita waktu kita. Mungkin hal-hal tersebut bisa membantu orang lain juga, bisa membuat harinya lebih ringan sedikit, lebih bahagia sedikit, lebih mudah sedikit. Yuk, kita berbuat baik kepada sesama yuk, baik yg kita kenal maupun ga kenal. Ga usah ribet mikirin bikin baksos ini itu dulu deh, tapi dari tindakan kita sehari-hari saja. Mulai deh dengan tersenyum kepada orang lain... I bet you, mereka akan ikut tersenyum juga lihat senyum kita... (Pssst, kalo gak, jangan menyerah ya..).
I believe in the little thing lies big things.
Do kindness to others, always.. 😘
Ada Juga Yang Baca Blog Ini
Pada suatu siang, saya lupa tepatnya kapan, tapi yang pasti saya lagi tidur-tiduran sehabis balik dari dokter, terus ada temen saya WhatsApp. "Cici, aku kemaren habis baca blog cici. Seru ya hidup cici."
OKAY! That was shocking!
Kenapa? Karena, siapa yang masih inget sama blog saya dimana saya sendiri udah gak update. Udah gitu tulisan terakhir aja di Feb 2015. Sudah setahun lebih.
Dibalik itu, tetep saya bahagia ada yang masih baca dan malah selanjutnya temen saya ini minta saya lanjutin nulis blog, karena mungkin passion saya lebih di nulis, ketimbang pastry. Oh, iya, ini temen les baking saya BTW.
Hahahahaha...iyeee, gue les baking...biar keren dan bisaaa..gak pernah kebayang kan?? SAMA!
Jadi, ini adalah post awal, semoga bisa konsisten ke depannya. Selain itu, temen saya juga bener, I am more passionate in writing, pouring down my thoughts & feelings. It helps!
Sudah banyak kejadian (yah pastilah ya, namanya juga hidup) dari 2015 sampai saat ini. Nanti pelan-pelan dibahas, sesuai ide yang ada. Plus, saya akan menulis dengan bahasa yang agak campur-campur dan tentu saja akan ada comical style (yup, my style!). Yang pasti akan sekitar kehidupan saya ya.
So, stay tune!
Jangan lupa tinggalin jejak ya, maybe we can be friends...
P.S: If you know how to make this page beautiful, please let me know. I need help.
P.P.S : I rarely put my own pic in this blog, so, Here I am....:)) *an old pic I like so much
Risk? Risiko?
Curly Hair

I made it!
I don't know...
Late at night, someone told me, "I'm lost. I don't know what I want. I have so many in my thoughts. I seemed to just drifted away along with the current...."
I asked again, "What is it you really want?"
"I don't know."
"Again, what is your dream? What do you want to achieve?"
"I don't know."
[Oh Dear, it's hard to bring anything up, when the answers were mostly 'don't know']
So I said..."Take your time, away from all the gadget and the 'busy' life and make time to contemplate."
This person only laughed at my suggestion.
so...i can only suggest, and wonder, how come you don't know what you want?
Sum of Year 2012
Hey Kamu Disana
Berapa lama lagikah kuharus menunggu?
Tak inginkah kau membebaskanku?
Membebaskan aku dari sepi,
Sepi di hati.
Hey kamu disana..
Berapa lama lagikah kuharus menunggu?
Datanglah segera, lama sudah kunanti dirimu
Dekap aku dalam pelukanmu
Hangatkan jiwaku
Hey kamu disana..
Dengarlah jeritan hatiku,
Merindukan indahnya dunia
Ah, kekasih, datanglah segera
Bawalah senyum indahmu
Kunci hatiku...
~tulisan ini terinspirasi oleh foto seorang kenalan..
Nothing much…
When life gives you lemon
Hmmm...
Missing You, Girl!

Really miss you, girl.....
XOXO
Road Taken

The good memories come...make me smile...
But sometimes, the bad and sad memories come along too...
Making me hardly wanting to pass the same road again, ever....
Avoiding the pain which comes along with the memories....
How long shall I run? A day? A month? A year? Forever?
No....Not Forever...!
Overcome the fear....face the reality...
Gather the strength and walk pass the roads again..
.........and so I find His magical wonders in life, always.

Life is to be travelled once, forward, no back down...no regret!
Year End 2011
So, let see, as most people do, they have a list of things, targets or achievements that they wanted to do during the year 2011. This usually being set up in beginning of the year, so this year end will be the time to evaluate and see what has happened until the last day. Was it on track, off track, off focus or even none achieved? Oh wow, very much interesting isn’t it?
I am one of those people, btw. So, in November 2011, 1 more month to go, time to speed up. Let’s open the list book again and see how far I have gone this year.

So, where are you currently? Have you achieved many things on the list or in fact the list shifted and none achieve? Well, whatever the result of the evaluation right now, keep working on it. Come on! You still have 1 more month to go..:) keep the spirit high!
Happy Birthday My Beloved Grandma….:)
Nenek saya merayakan ulang tahun ke-81 nya tanggal 17 September 2011 kemarin. Beliau sendiri yang menelepon saya untuk menghadiri acara makan dan kumpul bersama di tanggal tersebut. Hahaha..iya, saya bukan cucu yang berbakti tampaknya, karena saya sudah lama tidak berkunjung ke rumah Beliau, jadilah ditelpon langsung..huehehehehehehehe….Menyenangkan rasanya berkumpul kembali bersama seluruh keluarga, meskipun banyak juga yang tidak hadir….Akh, beneran, setelah sekian lama gak ketemu sodara-sodara yang super banyak jumlahnya..saya bener-bener senang..apalagi bisa ketemu sodara, sepupu favorite dan ponakan-ponakan yang lucu bin seru dan menyenangkan sekali…Terima kasih Tuhan atas keluarga yang begitu baik dan super banyak…J
Sedikit cerita tentang nenek saya ini, hmmm..Beliau adalah wanita kuat, keras dan berani, itu yang saya rasakan sebagai cucunya. Beliau juga pernah bilang gini sama saya: “Kalau lagi di mobil, jalan-jalan, jangan tidur,mendingan perhatiin jalan, biar kamu liat pemandangan dan bisa tau jalan.” Dan sejujurnya sampai sekarang nasihat itu saya lakukan loh…saya jarang sekali tidur di mobil kecuali sudah berulang kali melewati jalan tersebut, atau terlalu lelah. Ada banyak nasihat lainnya, tapi nenek saya ini selalu memberikan 1 pesan tersirat, “jadi orang itu harus berani, jangan penakut”. Gitu aja! Kawan, kalau beliau sudah bolak balik masuk UGD, ruang rawat khusus Cardiac, dan RS karena sakit jantung dan sampai skr masih bisa jalan-jalan (dgn kursi roda sih), jelas lah saya salut sama ketahanannya dalam hidup ini! Belum lagi kalau dengar ceritanya ketika jaman perang dulu, lari-lari menyelamatkan diri dari Belanda, trs jaman susah beras, dan lain-lain, hebatlah pokoknya…! Takjub dengan daya tahannya! :D Semoga saya bisa mencontoh keberaniannya ya…
Selamat Ulang Tahun Ema! Semoga selalu diberikan yang terbaik!
Kesempatan Kedua
Hellooooo…
Finally, I managed to take some time to write back..hahaha..really miss pouring out my thoughts and share some stories..:) So, I’m going to write in Bahasa Indonesia though, since I guess it is a lot easier.
Well..well..well..apa yang terjadi dengan diri saya belakangan ini? Hahaha, saya menikmati hidup saya. Menikmati hidup sekarang dan disini. Menikmati apa, pertanyaan selanjutnya?? Well, menikmati hobi-hobi yang lama terbengkalai, menikmati berhubungan kembali dengan sahabat-sahabat yang sudah lama tidak kontak, menikmati jalan-jalan dengan sahabat-sahabat dekat saya, dengan adik-adik saya, menikmati bercerita segala keluh kesah dan segala macam lainnya dengan mama dan papa saya. Menikmati kegiatan baru saya, dan teman-teman baru saya. Menikmati belanja dan makan. Menikmati berbagi pendapat dan pandangan. Menikmati kerja dan kesibukan kantor saya. Menikmati dan berpartisipasi dalam hidup saya.
Topik yang sebenernya akan saya tulis bukan soal kegiatan saya, tetapi mengenai kesempatan kedua. Yeap. Akhir-akhir ini kata-kata itu sering terngiang2 dan terpikiran oleh saya. Entah apa sebabnya, mungkin karena kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini dan juga karena saya sendiri mengalaminya. Semenjak dulu, saya selalu percaya bahwa setiap manusia di dunia ini, berhak atas kesempatan kedua, oh let me rephrase that, setiap manusia berhak atas kesempatan baru, baik itu untuk memulai kembali ataupun untuk menyudahi sesuatu dengan lebih baik dari sebelumnya. Saya percaya bahwa seburuk-buruknya tindakan dan sejahat-jahatnya perkataan seseorang, dia pasti punya nurani untuk berbuat baik. Saya percaya bahwa meskipun sejahat apapun seseorang berbuat, sesalah apapun seseorang menyimpang, selalu ada kesempatan untuk berbuat lebih baik dari sebelumnya.
Yah, gampang ber-teori pikirmu…masa orang udah berbuat jahat sama kita, tapi masih memberi kesempatan. Itu kan sama saja memberinya kesempatan untuk melukai kita kembali. Ya, memang. Itu tidak mudah, dan tidak segampang saya menulis ini. Ya memang, akan ada kesempatan buat dia kembali melukai diri kita. Sebagai manusia, pernahkah terpikir dan terbayangkan jika kita sendirilah yang berada di posisi orang tersebut. Kalau tidak pernah, bayangkanlah sekarang! Sedih bukan? Buat saya, kalau Tuhan memberi saya kesempatan baru setiap pagi, karena masih mengijinkan saya untuk membuka mata, mengapa saya tidak memberikan kesempatan kedua, ketiga atau kesekian-kalinya pada orang lain. Kalau Tuhan memberi saya kesempatan baru di setiap tarikan nafas saya, mengapakah saya mengambil hak orang lain atas kesempatan baru itu. Tidak mudah untuk memberi kesempatan kedua, atau kesekian, terlebih pada orang yg pernah melukai kita, sangat dibutuhkan kesabaran, keberanian dan kebesaran hati. Tidak mudah, bukan berarti tidak bisa.
Paragraf di atas mengenai kesempatan kedua atau kesekian untuk orang lain, bagaimana dengan diri kita? Kadang kita sering luput memperhatikan, bahwa setiap saat kesempatan itu selalu ada. Kesempatan untuk memulai sesuatu, kesempatan untuk bangkit kembali dari masa lalu yang suram, kesempatan untuk berdiri tegak kembali, kesempatan untuk mencintai kembali, kesempatan untuk dekat kembali, kesempatan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu, kesempatan untuk memulai segala sesuatu dari titik yang ada sekarang, kesempatan untuk memperbaiki hidup. Semua itu sesungguhnya ada dan terbentang di hadapan kita. Hanya saja, most of the time, kita tidak melihatnya, atau bahkan terlalu egois dan sombong untuk memulai kembali. Kesempatan kedua, kesempatan ketiga, tidak harus selalu mulai dari lembar kosong dan baru, tetapi kesempatan untuk melanjutkan hidup dengan melakukan segala yang terbaik di saat kini apa adanya. Kesempatan itu sesungguhnya selalu ada disana, hanya tinggal kita, mau atau tidak mempergunakannya. Itu saja. Semudah itu. Kalaupun kita sudah mengambil kesempatan yang ada dan mempergunakan sebaik-baiknya, tetapi belum berbuah juga, jangan putus asa! Tuhan akan menjawab segala doa kita, dengan caraNya, dan pada waktuNya. Entah bagaimana dengan dirimu, tapi saya yakin dan percaya, kalau saya bertekun, kelak, Tuhan akan menjawab doa dan usaha saya. Amin!
Kalau kita diberi kesempatan untuk mencoba kembali dan masih hidup, mengapakah kita mengambil kesempatan itu dari orang lain?
Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari sebuah pengalaman yang tidak terlalu luar biasa dalam hidup saya, tetapi saya melihatnya sebagai sebuah pencerahan dan cara Nya untuk menunjukkan pada saya bahwa kesempatan itu ada, selalu ada. Tidak ada tujuan menggurui apalagi menyinggung, cuma sekedar refleksi diri saja.
one luxury of life
Yes,if you have sleeping disorder like me, then to have 2 weeks in a row of decent sleeps is one blessing. Really hope this can last forever...















